Login SIKADU
User ID :
Password :
Kalender Kegiatan
Home Penelitian dan Pengabdian MODUL SIM


MODUL SIM

v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";} table.MsoTableGrid {mso-style-name:"Table Grid"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-priority:59; mso-style-unhide:no; border:solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt:solid windowtext .5pt; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";}

BAB I

KONSEP DASAR SISTEM

Kompetensi dasar :

1. Mahasiswa mempunyai kemampuan tentang pemahaman konsep dasar sistem.

2.Mahasiswa menjalaskan konsep dasar sistem dengan jujur dan sopan.

3.Mahasiswa yang mampu membantu mahasiswa yang kurang mampu (kurang jelas).

Indikator :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang:

a. Sistem

b. Jenis-jenis sistem

c. Model Sistem

2. Dalam menjelaskan konsep sistem dengan jujur dan sopan.

3. Mahasiswa membantu mahasiswa lain yang kemampuannya kurang engan tulus dan sopan.

4. Mahasiwa yang kurang dapat mengikuti materi berikutnya.

A. PENGERTIAN DAN KARAKTER SISTEM

1. Sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Pengertian sistem secara umum:

a. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur. Unsur-unsur suatu sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil, yang terdiri pula dari kelompok unsur yang membentuk subsistem tersebut.

b. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu dengan yang lain dan sifat serta kerja sama antar usnsur sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.

c. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem. Setiap sistem mempunyai tujuan tertentu.

d. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

2. Karakteristik sistem terdiri dari, sebagai berikut:

a. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan sutu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar, yang disebut “supra sistem”

b. Batasan Sistem (Boundary)

Ruang Lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

c. Lingkungang Luar Sistem (Environment)

Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan yang merugikan harus dikendalikan, jika tidak dikendalikan, akan sangan menganggu dalam hidup sistem tersebut.

d. Penghubung Sistem (Interface)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian akan terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

e. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukan kedalam sistem disebut masukan sistem yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input).

f. Keluaran Sistem (Output)

Hasil energi yang dioalah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain. Contoh, sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsistem lain.

g. Pengolah Sistem (proses)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

h. Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka oprasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

B. RUANG LINGKUP SISTEM

Description: http://ensiklo.com/wp-content/uploads/2015/02/km-1.jpg

C. JENIS-JENIS DAN MODEL SISTEM

1. Sistem Informasi Manajemen

Jenis sistem informasi pertama adalah sistem informasi manajeman. Sesuai dengan namanya, sistem informasi manajemen merupakan salah satu pengimplementasian dari sistem informasi yang digunakan pada sasaran kalangan manajerial. Kalangan manjerial merupakan setiap individu yang memiliki posisi di dalam sebuah organisasi dan lingkup pekerjaan yang bertugas untuk melakukan manajemen pada suatu divisi atau bagian di dalam organisasi dan juga perusahaan.

Level manajerial biasanya ditandari dengan jabatan manajer, pimpinan, ataupun ketua pelaksana. Dengan fungsinya sebagai individu yang dapat mengatur dan memanage bawahan dan anak buah, maka sistem informasi manajemen ini sangat penting sekali untuk para level management dalam hal:

· Melakukan monitoring terhadap kinerja anak buah

· Memberikan penilaian langsung terhadap kinerja anak buah

· Menerima laporan dan juga hasil pekerjaan dari anak buah atau bawahan

· Melaksanakan fungsi pengawasan dan juga pemindahtugasan bagi bawahan dan juga anak buah

· Memberikan masukan kepada dewan direksi terhadap promosi jabatan dari anak buah

· Melihat kelebihan dan juga kekurangan yang dimiliki oleh anak buah

· Melakukan komunikasi antar level manajerial untuk kepentingna organisasi dan juga perusahaan.

· Membantu mempercepat proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen dalam mengatasi suatu permasalahan

· Menganalisa suatu masalah dan juga problem yang muncul pada suatu organisasi

· Meningkatkan efisiensi manajerial di dalam sebuah organisasi atau perusahaan

· Menunjang fungsi operasional dari manajemen dalam melakukan tugasnya di sebuah perusahaan atau organisasi

Dengan adanya sistem informasi manajemen, maka hal ini akan sangat memudahkan para pegawai yang berada pada level manajerial untuk lebih bisa bekerja secara efisien dan tepat waktu, serta mempermudah pengambilan keputusan, serta pengawasan terhadap bawahannya.

2. Sistem Informasi Eksekutif

Jenis sistem informasi yang kedua adalah sistem informasi eksekutif. Sistem informasi eksekutif berarti merupakan sebuah sistem informasi yang dikembangkan dan juga diimplementasikan untuk memberikan kemudahan arus informasi suatu organisasi atau perusahaan kepada mereka yang berada pada level eksekutif.

Adapun, mereka yang termasuk ke dalam level eksekutif dari sebuah perusahaan atau organisasi adalah mereka yang:

· Memiliki hak penuh atas organisasi ataupun perusahaan, bisa jadi pemegang tunggal perusahaan dan juga pemegang saham organiasasi atau perusahaan

· CEO atau pemimpin tertinggi dari sebuah perusahaan

· Dewan Komisaris perusahaan

· DIrektur Utama dari sebuah perusahaan atau kantor cabang

· Dewan Direksi

· Dan elemen eksekutif lainnya yang memilki kewenangan khusus terhadap suatu perusahaan ataupun organisasi.

Biasanya, sistem informasi yang ditujukan kepada level eksekutif dari suatu organisasi atau perusahaan banyak berisi mengenai:

· Kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau organisasi dalam jangka waktu tertentu

· Kinerja dari level manajerial, atau jabatan yang langsung berada di bawah level eksekutif

· Kondisi kestabilan keuangan dan juga finansial dari sebuah perusahaan ataupun organisasi

· Lingkungan kerja dan juga budaya organisasi yang timbul pada perusahaan atau organisasi tersebut

· Nilai perusahaan atau organisasi di dalam bursa saham

3. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi atau SIA merupakan salah satu pengimplementasian dari sistem informasi manajemen, yang berhubungan dengan kegiatan akuntansi dan juga penghitungan dari sebuah perusahaan ataupun organisasi. Seperti kita ketahui, akuntansi merupakan proses yang dilakukan untuk melihat kondisi kesehatan keuangan dan finansial, serta bagaimana suatu sistem keuangan di dalam sebuah perusahaan atau organisasi dapat berjalan.

Dengan adanya sistem informasi akuntasi yang diimplementasikan dengan baik dan juga benar, maka sistem informasi akuntasi ini dapat membantu para akuntan di sebuah perusahaan atau organisasi dalam melakukan:

· Proses audit dari kondisi keuangan perusahaan

· Menampilkan data-data pembelanjaan, pembelian, dan segala bentuk keuangan yang dilakukan dan dilalui oleh sebuah perusahaan

· Membantu mempercepat proses penghitungan akuntansi keuangan

· Menentukan keuntungan dan juga kerugian dari sebuah perusahaan

· Memperjelas informasi penting mengenai jumlah dana yang harus dihtung dengan melakukan proses akuntansi

· Merapihkan catatan keuangan dari sebuah perusahaan atau organisasi

· Membantu mempercepat proses pengambilan keputusan perusahaan, terutama pada level akuntansi keuangan perusahaan

· Menyediakan proses transaksi keuangan dan keternagan akuntansi rutin dari sebuah perusahaan

4. Sistem Informasi Keuangan

Sistem informasi keuangan terkadang merupakan salah satu implementasi dari sistem informasi yang berada di bawah naungan manajamen, namun terkadang sistem informasi keuangan juga bisa merupakan sistem informasi yang berdiri sendiri. Ada beberapa perusahaan yang melibatkan pihak manajemen dalam membantu proses pengaturan keuangan perusahaan, dan ada yang tidak. Sehingga hal ini tergantung dari budaya organisasi dari perusahaan tersebut. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa sistem informasi keuangan penting untuk diimplementasikan, dan juga beberapa manfaat dari sistem informasi keuangan:

· Sistem informasi keuangan membantu mencatat segala bentuk transaski yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau organisasi dalam jangka waktu tertentu, misalnya pada periode satu tahun

· Sistem informasi keungan dapat diintegrasikan dengan sistem informasi akuntansi, untuk membantu mempermudah para akuntan dalam melakukan penghitungan mengenai neraca keuangan suatu perusahaan

· Dengan adanya sistem informasi keuangan, para pegawai yang berada pada bagian keuangan bisa melakukan kroscek mengenai transaksi jual beli yang sudah prnah dilakukan oleh perusahaan tersebut.

· Membantu mempermudah pekerjaan auditor dalam menganalisa keuangan suatu perusahaan

· Mempercepat proses pencatatan dan juga pemanggilan kembali informasi mengenai transasksi jual beli yang sudah pernah dilakukan

· Membantu penghitungan pajak dari suatu perusahaan

· Melakukan monitoring terhadap karyawan yang sering melakukan peminjaman

· Memonitoring mengenai potongan gaji dan juga pemberian bonus dan tunjangan karyawan

· Dapat terintegrasi dengan sistem informasi sumber daya manusia, terutama dalam hal payroll, yang menyangkut pemberian gaji dan juga tunjangan karyawan

5. Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi manufaktur merupakan salah satu jenis sistem informasi yang wajib dimilki. Sistem informasi manufaktur kebanyakan digunakan dan juga diimplementasikan pada bagian produksi suatu perusahaan, yang bergerak di bidang produksi.

fungsi dari implementasi sistem informasi manufaktur:

· Pada dasarnya, sistem informasi manufaktur memilki banyak sekali fungsi, seperti:

· Mencatat total produksi yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan

· Mencatat barang-barang produksi yang tidak lolos dari quality control

· Mencatat hasil produk yang berhasil dilempar ke pasaran

· Mencatat produk yang berhasil diekspor ke mancanegara

· Mencatat biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk setiap sesi produksi

· Melakukan analisa terhadap kebutuhan bahan pokok dan sumber daya manusia di dalam proses produksi

· Memberikan informasi mengenai kegiatan proses produksi yang sedang berlangsung

· Membantu bagian produksi untuk menganalisa produk-produk apa saja yang harus dikembangkan, dihentikan ataupn diperbanyak produksinya

· Membantu analisa kelebihan dan kekurangan dari sebuah produk hasil produksi perusahaan tersebut

· Memberikan informasi kepada bagian RnD (Research and Development) dalam membantu mengenmbankan produk – produk baru yang harus diproduksi

Sistem informasi manufaktur ini dapat terintegrasi dengan sistem informasi keuangan dan juga sistem informasi sumberdaya manusia atau SDM, karena di dalam implementasinya, banyak fungsi dari sistem informasi manufaktur ini sangat sangat penting bagi SDM dan juga keuangan.

6. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Jenis sistem informasi yang berikutnya adalah sistem informasi sumber daya manusia alias SDM. Sesuai dengan namanya, biasanya sistem informasi ini berhubungan dengan bagian personalia, atau HR dari suatu perusahaan dan juga organisasi. Sistem informasi SDM ini memiliki banyak sekali data dan juga informasi, mengenai:

· Data diri dari karyawan yang dimilki oleh perusahaan

· Total gaji pokok, tunjangan, bonus dan informasi keuangan lainnya yang dimilki oleh karyawan

· Jabatan dan masa kerja dari karyawan

Manfaat Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem informasi sumber daya manusia tentu saja memilki banyak sekali manfaat, terutama bagi bagian personalia dan juga HR. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari sistem informasi sumber daya manusia:

· Membantu bagian personalia dalam melakukan analisis mengenai gaji pokok dari seorang karyawan

· Memberikan informasi mengenai kinerja yang dimiliki oleh setiap karyawan

· Membantu bagian personalia dalam menganalisis bonus, potongan gaji, serta pemutasian dan kenaikan jabatan dari karyawan

· Melakukan update data dari seluruh karyawan yang dimilkik oleh perusahaan tersebut

· Sebagai acuan data dalam melakukan proses rekrutmen karyawan baru.

7. Sistem Informasi Pemasaran

Jenis sistem informasi berikutnya yang banyak diimplementasikan adalah jenis sistem informasi pemasaran. Sistem informasi pemasaran akan membantu mencatat dan juga memberkan informasi penting mengenai penjualan yang telah dilakkan oleh sebuah perusahaan. Yang meliputi:

· Jumlah produk yang sudah terjual

· Produk yang laris dan banyak dipesan

· Produk yang jarang diminati oleh pasar

· Metode pemasaran yang tepat untuk menjual dan memasarkan suatu produk

· Respon pasar terhadap produk yang diluncurkan

Jenis-jenis Model

a. Model Fisik

Adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi. Model fisik berukuran lebih kecil dari aslinya dan biasanya yang digunakan dalam dunia bisnis berupa prototype model baru. Model fisik membantu suatu tujuan yang tidak dapat dipenuhi oleh benda nyata. Contohnya investor pusat perbelanjaan dan pembuat mobil dapat membuat sejumlah perubahan dengan lebih murah melalui rancangan model fisik mereka dibandingkan dengan produk akhir.

b. Model Naratif

Adalah penggambarkan entitas secara lisan atau tulisan. Semua komunikasi bisnis adalah model naratif, sehingga model naratif merupakan model yang paling popular dan paling sering digunakan oleh pihak manajemen.

c. Model Grafik

Adalah model yang mewakili entitasnya dengan menggunakan garis, simbol & bentuk dengan sedikit penjelasan naratif. Misalnya laporan keuangan ditambah dengan grafik berwarna untuk meperjelas, flowchart, DFD dalam pembuatan database

d. Model Matematis

Adalah model yang disajikan dengan rumus matematika atau persamaan. Misalkan dalam perhitungan BEP (Break even point) menggunakan rumus BEP = TFC / P – C. keterangannya (BEP : Break Event Point, TFC : Total Fixed Cost, P : Price, C : Cost). Model ini seringkali digunakan manajemen untuk kegiatan bisnis, atau untuk prediksi, analisis dll. Karena model ini merupakan model dengan ketelitian tinggi, namun seringkali model ini juga tidak disukai karena disajikan dengan rumit. Sesuai dengan tingkat keperluannya saja maka model ini digunakan.

3. Kegunaan Model

Terdapat tiga kegunaan model diantaranya :

a. Mempermudah Pengertian

Suatu model pasti lebih sederhana daripada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan secara sederhana.

b. Mempermudah Komunikasi

Suatu model digunakan karena pada umumnya setelah pemecahan masalah manajer akan mengkomunikasikan baik hasil maupun keputusan kepada pihak-pihak yang terhubung, maka model system sangat dugunakan agar mempermudah jalur komunikasinya.

c. Memperkirakan Masa Depan

Khususnya dalam model matematika, model ini dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan,namun tidak seratus persen akurat. Karena banyak data yang dimasukkan ke dalam model biasanya didasarkan atas berbagai asumsi, manajer juga harus menggunakan pertimbangan dan intuisi untuk mengevaluasi model.

4. Model Sistem Umum

Model system umum adalah pendekatan yang dilakukan berdasarkan penggunaan komputer dalam bisnis, mencakup hal semua sistem informasi di segala jenis organisasi, dan sarana yang digunakan.

Model system umum terdiri dari system fisik dan sistem konseptual. Demikian akan dijelaskan sedikit mengenai kedua system ini.

a. System Fisik

System fisik merupakan system yang terbuka yang berhubungan dengan lingkunganya, sering diibaratkan perusahaan mengubah sumberdaya (input) menjadi produk (output).

b. System konseptual

System konseptual adalah sebagian sistem terbuka yang dapat mengendalikan operasinya sendiri. Pengendalian dicapai dengan menggunakan lingkaran yang terdapat di dalam sistem. Lingkaran tersebut dinamakan lingkaran umpan balik, lingkaran ini menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian dan sebaliknya.

Mekanisme pengendalian adalah sejenis alat yang menggunakan sinyal umpan balik untuk mengevaluasi kinerja sistem dan menentukan apakah perlu dilakukan tindakan perbaikan.

System lingkaran tersebut dibedakan menjadi 2 jenis yakni system lingkaran terbuka dan system lingkaran tertutup.

· Sistem Lingkaran Terbuka adalah suatu sistem tanpa lingkaran umpan balik atau mekanisme pengendalian. Perusahaan bisnis yang menggunakan konsep ini hanya sedikit. Perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan sistem terbuka, tetapi umpan balik dan mekanise pengendaliannya tidak bekerja sebagaimana mestinya. Perusahaan itu mulai pada suatu jalan dan tidak pernah berganti arah. Jika perusahaan kehilangan kendali, tidak ada yang dilakukan untuk mengendalikan keseimbangan. Hasilnya adalah kehancuran sistem (kebangkrutan). Sedangkan

· Sistem Lingkaran Tertutup adalah suatu sistem yang memiliki lingkaran umpan balik dan mekanisme pengendalian. Sistem tersebut dapat mengendalikan output-nya dengan membuat penyesuaian-penyesuaian pada input-nya.

D. SUBSISTEM


Pengertian Subsitem

Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa
sistem berada pada lebih dari satu tingkat.

Pendapat dari para ahli:

1. Norman L. Enger

Susistem adalah serangkaian kegiatan yang dapat ditentukan identitasnya yang berhubungan dalam suatu sistem.

2. Gordon B. Davis

Sistem terbagi atas beberapa faktor atau unsur ke dalam beberapa subsistem-subsistem. Batasan dan penguhung atau interface didalam suatu sistem ditelaah secara cermat untuk menjamin bahwa hubungan antarsubsistem didefinisikan secara jels dan bahwa jumlah semua subsistem merupakan keseluruhan sistem.

Pengunsuran atas suatu bentuk rancangan sistem ke dalam beberapa subsistem dapat berlangsung sebagai berikut:

a. Sistem informasi dibagi atas beberapa subsistem:

1. Subsistem persediaan barang

2. Subsistem penjualan barang

3. Subsistem produksi

4. Subsistem keuangan

5. Subsistem personalia dan daftar gaji

6. Subsistem pembelian

7. Subsistem pengendalian

8. Subsistem perencanaan

9. Subsistem pengawasan

b. Setiap subsistem dibagi atas subsistem lagi. Seperti, subsistem gaji dan subsistem personalia dapat dibagi lebih kecil lagi, seperti:

1. Subsistem penyiapan data masukan catatan personalia

2. Subsistem penyesuaian file daftar gaji personalia

3. Subsistem laporan personalia

4. Subsistem penyiapan data masukan daftar gaji

5. Subsistem daftar gaji harian

6. Subsistem daftar gaji bulanan

7. Subsistem daftar gaj untuk manajemen

8. Subsistem audit personalia dan daftar gaji

BAB II

KONSEP INFORMASI

Kompetensi dasar :

1. Mahasiswa mempunyai kemampuan tentang pemahaman konsep informasi

2. Mahasiswa menjelaskan konsep dasar informasi dengan jujur dan sopan

3. Mahasiswa yang mampu membantu yang kurang mampu (belum jelas)

Indikator :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang :

a. Definisi Informasi, Data, dan Fakta

b. Penyajian dan kualitas Informasi

c. Informasi dalam teori komunikasi

2. Dalam menjelaskan konsep informasi dengan jujur dan sopan

3. Mahasiswa membantu mahasiswa kemampuannya kurang dengan tulus dan sopan.

4. Mahasiswa yang kurang dapat mengikuti materi berikutnya.

A. KONSEP INFORMASI

Informasi adalah sebuah istilah yang tidak tepat dalam pemakaiannya secara umum, informasi dapat mengenai data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komunikasi. Informasi adalah data yang telah diklasifikasi atau diolah diinterpresentasi untuk digunkan dalam proses pengambilan keputusan.

Defini Informasi menurut Gordon B Davis, informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan yang mendatang. Dan sumber informasi adalah data.

Fungsi informasi adalah memberikan suatu dasar kemungkinan untuk menanggapi seleksi kepada pengambil keputusan.

B. DEFINISI DATA

Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu di dalam dunia bisnis adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi.

Pengertian data menurut Drs. John J.Longkutoy, data adalah suatu istilah majemuk yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihiubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka, huruf-huruf, atau simbol yang menunjukan suatu ide, objek, kondisi atau situasi dll. Data dapat ditemui dimana saja dan kapan saja. Kegunaan data adalah sebagai bahan dasar yang objektif (relatif) didalam proses penyusunan kebijaksanaan dan keputusan oleh pimpinan organisasi.

Kesimpulannya adalah, bahwa data adalah bahan mentah yang diproses untuk menyajikan informasi. Berikut gambar dari pemrosesan data:


Data dapat digunakan untuk berbagai keperluan, yaitu:

· Pengetahuan (knowledge)

· Perkiraan (estimation)

· Pertimbangan (Judgement)

· Keputusan (decision)

Klasifikasi data menurut jenis datanya:

1. Data hitung (enumeration/counting data)

Data hitung adalah hasil perhitungan atau jumlah tertentu. Yang termasuk data hitung adalah persentase dari suatu jumlah tertentu. Mencatat jumlah mahasiswa dalam suatu kelas atau persentase dari mahasiswa/i dalam kelas itu menghasilkan data hitung.

2. Data ukur (measurement data)

Data ukur dalah yang menunjukan ukuran mengenai nilai sesuatu. Angka tertentu atau huruf tertentu yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa setelah memeriksa hasil tentamennya merupakan data ukur. Angka yang ditujukan alat barometer atau termometer adalah hasil proses pengukuran.

Klasifikasi data menurut sifat data:

1. Data kuantitatif (quantitative data)

Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan

2. Data kualitatif (qualitative data)

Data kualitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat sesuatu.

Klasifikasi data menurut sumber data:

1. Data internal (internal data)

Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.

2. Data eksternal (eksternal data)

Data eksternal adalah data hasil observasi orang lain. Data eksternal terdiri dari 2 jenis yaitu:

a. Data eksternal primer (primary external data)

Data eksternal primer adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.

b. Data eksternal sekunder (secondary external data)

Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.

Nilai data menurut Dr. Marseto Donosepoetro, data harus memenuhi 3 ketentuan, yaitu:

a. Ketelitian data (precious)

Ketelitian suatu data ditentukan oleh kecilnya perbedaan, apabila observasi yang menghasilkan data itu diulangi.

b. Komparabilitas data (comparability)

Suatu alat timbang yang secara berulang-ulang menunjukan hasil yang sama belum tentu memberikan data yang “benar”. Suatu pengukuran pada hakekatnya dilakukan dengan cara membandingkan sesuatu terhadap suatu standar.

c. Validatas data (validity)

Suatu data dapat saja mempunyai kualitas baik, tetapi belum tentu valid/berguna, jika tidak menunjang tercapainya tujuan sipemakai (user).

Pengolahan data, diuraikan menjadi:

a. Penyimpanan data (data storage)

Penyimpanan data meliputi pekerjaan pengumpulan (filling), pencarian (searching), dan pemeliharaan (maintenance). Data disimpan dalam suatu tempat yang lazim dinamakan “file”. File dapat berbentuk map, ordner, disket, tape, hard disk, dll.

Untuk memperoleh kemudahan dalam pencarian data (searching) di dalam file, maka file dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

· FILE INDUK (master file)

Berisi data-data permanen yang biasanya hanya dibentuk satu kali saja dan kemudian untuk pengolahan data selanjutnya.

Contoh: File kepegawaian, file gaji.

· FILE Transaksi (detail file)

Berisi data-data temporer untuk suatu period atau untuk suatu bidang kegiatan atau suatu periode yang dihubungkan dengan suatu bidang kegiatan.

Contoh: file lembur perminggu, file mutasi harian.

Penanganan data (data handling)

Penanganan data meliputi bebrbagai kegiatan, seperti:

· Pemeriksaan (veryfying)

· Perbandingan (comparing)

· Pemilihan (sorting)

· Peringkasan (extracting)

· Penggunaan (manipulating)

C. PENGERTIAN FAKTA

Fakta bahasa Latin: factus ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data. Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya. Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil pengamatan yang objektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun. Di luar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan:

· Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas

o Galat biasa terjadi pada proses interpretasi makna dari suatu pengamatan.

o Kekuasaan kadang digunakan untuk memaksakan interpretasi politis yang benar dari suatu pengamatan.

· Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.

· Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat

· Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan

· Informasi mengenai subjek tertentu

· Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna

Dalam penggunaannya fakta memiliki dua sifat yaitu fakta yang bersifat umum dan fakta

yang bersifat khusus.

a. Fakta umum yaitu fakta/keadaan/peristiwa yang dapat ditemukan atau terjadi secara umum, atau sudah merupakan kelaziman.

Contoh:

- Matahari terbit dari timur dan terbenam dibarat setiap hari.

- Semua mamalia menyusui anaknya.

b. Fakta khusus yaitu fakta/keadaan/peristiwa yang ditemukan atau terjadi secara khusus atau istimewa atau ada keadaan tertentu saja.

Contoh:

- Pasangan Jokowi-Ahok memenangi pilkada DKI Jakarta 2012.
Contoh-contoh tersebut adalah contoh fakta yang hanya terjadi pada keadaan tertentu.

D. PENYAJIAN INFORMASI

Bentuk penyajian

Penyimpangaan keputusan yang disebabkan oleh penyajian data

Susunan menurut abjad

Dalam daftar menurut abjad berapapun panjangnya, hal-hal pertama akan cenderung mendapat perhatian yang lebih besar daripada hal-hal yang belakangan.

Susunan menurut tingkat keuntungan

Hal-hal dengan tingkat keuntungan yang lebih besar akan lebih diutamakan dengan kurang adanya perhatian terhadap industri, ukuran.

Susunan menurut tingkat keuntungan dalam industri

Tingkat keuntungan dan industri akan diutamakan. Ukuran dan sebagainya akan kurang pengaruhnya.

E. KUALITAS INFORMASI

Kualitas suatu informasi tergantung dari 3 hal, yaitu:

1. Akurat (accurate)

Informasi harus bebas dari kesalhan-kesalhan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.

2. Tepat waktu (timeless)

Informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai tinggi lagi karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan.

3. Relevan (relevance)

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. relevansi informasi untuk orang satu dengan yang lain berbeda, misalnya informasi sebab musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepadsa ahli teknik perusahaan.

F. INFORMASI DALAM TEORI KOMUNIKASI

BAB III

PERKEMBANGAN PRINFORMASIONAL KE INFORMASIONAL

Kompetensi dasar:

1. Mahasiwa mempunyai kemampuan tentang perkembangan masyarakat yang pra-informasional-informasional

2. Mahasiswa menjelaskan ciri-ciri masyarakat pra informasional dan informasional dengan jujur dan sopan

3. Mahasiswa yang mampu membantu mahasiswa yang kurang mampu (belum jelas)

Indikator :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang

a. Definisi pra informasional

b. Ciri-ciri masyarakat pra informasional

c. Ciri-ciri masyarakat informasional

2. Dalam menjelaskan ciri-ciri masyarakat pra-informasional dengan jujur dan sopan.

3. Mahasiswa membantu mahasiswa lain yang kemampuannya kurang dengan tulus dan sopan

4. Mahasiswa yang kurang dapat mengikuti materi berikutnya

A. CIRI MASYARAKAT PRA INFORMASIONAL

NO

CIRI

MASYARAKAT PRAIMFORMASIOANAL

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

Dasar Ilmiah

jumlah informasi

tingkat pertambahan informasi

dasar seleksi

kecepatan transmisi informasi

lingkup informasi

biaya pengadaan informasi

isi informasi

lokasi informasi

jangkauan terhadap informasi

cara penyampaian informasi

jenis interdefendensi

variabilitas informasi

unit untuk penangan informasi

struktur pengolahan informasi

kerangka nilai interpretasi

ukuran teknologi informasi

tingkat kompleksitas sistem informasi

arus informasi

pemecaham masalah

partisipasi sosial dlm pengolahan informasi

tingkat kerahasiaan

orientasi waktu

paradigma yang kaku

langkah

linear

kabur

lambat

sempit

mahal

stabil

tetap

terbatas

monomedia

rendah

pengalaman langsung

individu

hierarkis

monistik

besar

sederhana

dari seorang kebanyak orang

lokal

perwakilan (by proxy)

penuh kerahasiaan

masa lalu

Penjelasan mengenai bagan di atas sebagai berikut :

1) Dilingkungan masyarakat prainformasional ilmu pengetahuan yang dipergunakan itu masih sederhana sehingga paradigma ilmiahnya pun sering kaku

2) Pada masyarakat prainformasional menghadapi berbagai permasalahan yang relatif sederhana dibandingkan dengan masyarakat yang maju. Sehingga, dalam situasi ini jumlah informasi yang dibutuhkannya masih relatif sedikit dibandingkat dengan masyarakat yang tergolong maju. Di samping itu, alat yang dipergunakan dalm menciptakan informasi masih sangat terbatas

3) Masih berkaitan dengan diatas, bahwa masyarakat prainformasional informasi bertambah dengan lambat.

4) Dengan menggunakan paradigma kaku bagi masyarakata yang belum maju dalam menyeleksi jenis-jenis informasi sering tidak jelas karena lebih berdasar pada subjektif semata atau sesuai “selera”

5) Penyampaian informasi bagi masyarakat belum maju lambat karena hanya menggunakan saluran telepon dan cara kerjanya pun lambat

6) Dalam proses pengambilan keputusan pada masyarakat yang belum maju itu relatif sederhana, sehingga permasalahan yang timbul dipecahkan satu per satu.

7) Biaya begitu tinggi pada masyarakat prainformasional, meskipun jumlah informasi yang diolah tidak terlalu banyak tapi sarana pengolahannya yang tidak memadai sehingga membutuhkan tenaga pengolah yang besar dan itupun biasa bukan dalam bentuk informasi siap pakai.

8) Pada masyarakat prainformasional umumnya berkembang dengan lamban, permasalahan yang dihadapi pun tidak rumit, sehingga isi informasi yang dibutuhkan tidak sering mengalami perubahan.

9) Salah satu ciri masyarakat prainformasional itu tingkat mobilitasnya yang rendah dan dalam pengambilan keputusan kunci pada masyarakat umumnya sama, sehingga biasanya pengambilan keputusan itu berada pada segelintir orang misalnya toko masyarakat/adat atau orang-orang yang dianggap memiliki pengaruh..

10) Dalam lingkungan masyarakat prainformasional, jangkauan informasi masih terbatas karena bentuk dan sifat keputusan yang diambil memerlukan dukungan informasi yan terbatas pula.

11) Pada masyarakat prainformasional, proses penyampaian informasi masih sangat terbatas yaitu hanya melalui media tunggal atau monomedia dan bahkan sering lisan.

12) Seperti yang diketahui bahwa masyarakat tradisional terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki pertalian darah. Artinya bahwa, jumlah informasi yang dibutuhkan terbatas dan pemanfaatannyapun terbatas pada kepentingan kelompok yang bersangkutan saja.

13) Pada masyarakat prainformasional, hubungan antara manusia pada umumnya terjadi secara langsung dengan bahasa lisan, dan informasipun disampaikan engan hal yang sama sehingga variabilitas informasi pun bersifat sama.

14) Cara penanganan informasi pada masyarakat prainformasional dilakukan secara manual atau melalui tenaga manusia, hal demikian karena pada umumnya jumlah informasi dan SDM yang terbatas.

15) Dalam masyarakat tradisional terjadi stratifikasi kekuasaan dan stratifikasi dalam pengelolaan informasi, sehingga pengelolaan dan penyampaian informasi bersifat heararkis mengikuti kerarki kekuasaan yang ada didalam masyarakat secara keseluruhan.

16) Agar sebuah informasi bermanfaat maka informasi harus diinterpretasikan dengan tepat yang disesuaikan dengan proses pengambilan keputusan. Pada masyarakat tradisioanl, pengambilan keputusan tergantung pada seseorang yang dianggap berkuasa, sehingga proses pengambilan keputusan bersifat monistik.

17) Pada masyarakat tradisional, perangkat pengolah data terbatas dengan ukuran yang besar pada saat itu, sehingga proses pengolaan data kepegawaian dan keuangan terbatas.

18) Diketahui bahwa semakin maju suatu masyarakat maka semakin dinamis pula masyarakat tersebut dan masalah yang dihadapi pun semakin beraneka ragam pula. Pada masyarakat prainformasional sistem informasinya relatif sederhana.

19) Pada masyarakat prainformasional, arus informasi mengalir dari seseorang ke orang banyak, artinya dari pimpinan tertinggi dimasysrakat disebarluaskan kepada para anggotanya.

20) Dalam masyarakat prainformasional, masalah yang dihadapi relatif sederhana, tidak terlalu di pentingkan pendeatan kesisteman dalam penanganan informasi karena dengan pendekatan lokal sudah memadai.

21) Pada masyarakat tradisional, tingkat kepedulian itu renda karena masyarakat lebih cenderung menyerhkan kepada orang-orang yang dianggap berpengaruh atau sebagai tokoh masyarakat, dengan kata lain proses pengolahan informasi berlangsung dengan cara perwakilan.

22) Pada masyarakat prainformasional relatif tertutup dan tingkat kerahasiaannya sangat tinggi, sehingga informasi hanya bagi orang-orang tertentu saja atau hanya pada suatu kelompok tertentu.

23) Diatas telah dikatakan bahwa masyarakat prainformasional lebih mempertahankan status quo ketimbang menyambut perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat prainformasional lebih senang bernostalgia dengan kejayaan masa lalu ketimbang masa depan

B. CIRI MASYARAKAT INFORMASIONAL

NO

CIRI

MASYARAKAT INFORMASONAL

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

Dasar Ilmiah

jumlah informasi

tingkat pertambahan informasi

dasar seleksi

kecepatan transmisi informasi

lingkup informasi

biaya pengadaan informasi

isi informasi

lokasi informasi

jangkauan terhadap informasi

cara penyampaian informasi

jenis interdefendensi

variabilitas informasi

unit untuk penangan informasi

struktur pengolahan informasi

kerangka nilai interpretasi

ukuran teknologi informasi

tingkat kompleksitas sistem informasi

arus informasi

pemecaham masalah

partisipasi sosial dlm pengolahan informasi

tingkat kerahasiaan

orientasi waktu

kemampuan menggabung yang kreatif

melimpah

eksponensial

tepat

cepat

luas

merah

berubah-ubah

mobil

terbuka

multimedia

tinggi

tidak langsung

mesin/bantuan mesin

horizontal

pluralistik

kecil

kompleks

dari banyak orang keseorang

berdasarkan pendekatan kesisteman

universal dan langsung

penetratif

masa depan

Penjelasan mengenai bagan di atas sebagai berikut :

1) Masyarakat informasional instrumen yang dipergunakan sudah memanfaatkan teori baru dan perkembangan ilmu pengetahuan yang canggih.

2) Masyarakat informasional berkat perkembangat teknologi informasi yang pesat, maka masyarakat maju dapat menciptakan informasi dalam jumlah yang besar dengan waktu yang singkat.

3) Masyarakat informasional informasi itu bertambah sangat cepat dengan dukungan alat-alat pengolahan informasi yang makin tinggi dan canggih.

4) Bagi masyarakat yang maju menggunakan paradigma penggabungan kreatif yang bebas selera.

5) Masyarakat informasional menggunakan alat-alat teknologi tinggi dan canggi dengan kecepatan tinggi.

6) Pada masayarakat informasional biasanya dihadapkan pada berbagai masalah sekaligus, sehingga bentuk informasi yang dibutuhkan itu beragam.

7) Masyarakat informasional, biaya pengolahan murah meskupun dalam jumlah besar. Karena kecanggihan perangkat keras dan perangkat lunak yang dipergunakan.

8) Masyarakat informasional salah satu fenomena yang terlihat sering mengalami perubahan, karena semakin maju suatu masyarakat maka semakin tinggi pulah dinamika masyarakat tersebut, sehingga isi informasi yang dibutuhkan itu selalu mengalami perubahan.

9) Pada masyarakat informasional mobilitas kehidupannya cukup tinggi misalnya, perpindahan pemukiman dan pekerjaan, sehingga arus informasi bergerak cepat mengikuti mobilitas manusia yang ada didalamnya.

10) Masyarakat informasional, jangkauan informasi menjadi terbukan dan tanpa batas.

11) Masyarakat informasional, proses penyampain informasi terbuka lebar artinya multimedia yaitu bisa melalui penyampaian langsung atau tatap muka, media radio, media televisi, media cetak dan melalui internet.

12) Masyarakat informasional, sudah mengalami keterbukaan sehingga terjadi interaksi baik interpendensi secara internal maupun secara eksternal dengan orang lain yang mengakibatkan penggunaan berbagai informasi yang dimiliki.

13) Masyarakat informasional, hubungan terjadi secara tidak langsung dan menggunakan media untuk penciptaaan dan pemeliharaan hubungan tersebut.

14) Masyarakat informasional, penanganan informasi dilakukan dengan menggunakan tenaga mesin-mesin pengolah informasi.

15) Masyarakat yang sudah maju lebih terbuka terhadap pentingnya interaksi, interrelasi dan interpendensi antara satu komponen organisasi dengan komponen lainnya sehingga proses pengelolaan informasi tidak lagi bersifat herarkis melainkan horizontal.

16) Pada masyarakat informasional, sebagai akibat demokratisasi dan didukung oleh teknologi yang canggih sehingga pola pengambilan keputusan dilakukan secara bersama.

17) Masyarakat informasional, semakin majunya teknologi informasi baik itu prangkat keras maupun perngkat lunak sehingga proses pengolaan data lebih luas dan dewasa ini tidk ada lagi segi kehidupan dan penghidupan yang tidak tersentuh.

18) Pada masyarakat informasional, semakin kompleksnya sistem informasi yang tersedia sehingga memberikan kemudahan dalam proses pengolahan data.

19) Masyarakat informasional, arus informasi dari bawah ke atas yaitu dari para pengambil keputusan dari esalon terendah ke pimpinan tertinggi dalam rangka peningkatan produktivitas, efisiensi dan aktivitas kerja organisasi secara keseluruhan.

20) Masyarakat informasional, permasalahan yang dihadapi semakin kompleks sebagai akibat dari kemajuan peradaban, sehingga sangant diperlukan pendekatan atau langkah-langkah pemecahan masalah yang canggi.

21) Masyarakat informasional, partisipasi dalam proses pengolahan informasi pada umumnya tinggi, bersifat universal dan langsung.

22) Masyarakat informasional itu terbuka sehingga informasi sangat penetratif dan akses pada informasi terbuka lebar, bukan hanya pada tingkat lokal, nasional, regional bahkan pada tingkat global.

23) Masyarakat informasional yang pada umumnya tidak takut pada resiko yang akan timbul dimasa depan, dengan kata lain informasinya lebih bororientasi pada masa depan.

BAB IV

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Kompetensi dasar:

1. Mahasiswa mempunyai kemampuan tentang Sistem Informasi Manajemen (SIM)

2. Mahasiswa menjelaskan ciri-ciri masyarakat pra informasional dan informasional dengan jujur dan sopam

3. Mahasiwa yang mampu membantu mahasiswa yang kurang mampu (belum jelas)

Indikator :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang

a. Pengertian manfaat, tujuan dan ruang lingkup SIM

b. Peranan SIM dalam organisasi

c. Perkembangan SIM

2. Dalam menjelaskan manfaat, tujuan dan ruang lingkup SIM, dengan jujur dan sopan.

3. Dalam menjelaskan peranan SIM dalam organisasi dan perkembangan SIM dengan jujur dan sopan

4. Mahasiswa membantu mahasiswa lain yang kemampuannya kurang dengan tulus dan sopan

5. Mahasiswa yang kurang dapat mengikuti materi berikutnya.

A. PENGERTIAN SIM

SISTEM INFORMASI adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak-pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.

Pengertian menurut para ahli:

1. Danu Wira Pangestu (2007)

SIM (sistem informasi manajemen) dapat didefenisikan sebagai kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.

2. Raymond McLeod Jr (1995)

Raymond McLeod Jr mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan

3. James. A.F. Stoner

James. A.F. Stoner (dalam Mu’alimah), system informasi manajemen yaitu metode yang formal yang menyediakan bagi pihak manajemen sebuah informasi yang tepat waktu, dapat dipercaya, untuk mendukung proses pengambilan keputusan bagi perencanaan, pengawasan, dan fungsi oprasi sebuah organisasi yang lebih efektif.

4. Gordon. B. Davis (1984)

Menurut Davis Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang terintegrasi antara manusia dan mesin yang mampu memberikan informasi sedemikian rupa untuk menunjang jalannya operasi, jalannya manajemen dan fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi

5. Encyclopedia of Management

sistem informasi manajemen adalah pendekatan yang direncanakan dan disusun untuk memberikan bantuan piawai yang memudahkan proses manajerial kepada pejabat pimpinan.

6. Joel.D. Aron (1969)

Aron (dalam Margianti) menyebutkan bahwa sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem informasi yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh seorang manajer dalam membuat keputusan

7. E.S Margianti & Suryadi H.S

Margianti dan Suryadi mendefinisikan sistem informasi manajemen sebagai suatu sistem berdasarkan komputer yang menjadikan sebuah informasi dapat digunakan oleh para manajer untuk kebutuhan yang sama. Informasi yang terdapat pada sistem informasi manajemen biasanya berisi tentang segala bentuk kejadian di dalam perusahaan, yang merupakan kejadian pada masa lalu, saat ini, hingga prediksi.

Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.

3. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making)

B. MANFAAT SIM BAGI ORGANISASI

1. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.

2. Meningkatkan aksesbilitas data yang ada secara akurat dan tepat waktu bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi.

3. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.

4. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif. Meningkatkan Efisiensi Operasional

C. TUJUAN SIM

Berikut ini tujuan dari sistem informasi manajemen.

1. Menyediakan suatu informasi untuk pengambilan suatu keputusan.

2. Menyediakan suatu informasi yang dipergunakan didalam suatu perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan juga perbaikan berkelanjutan.

3. Menyediakan suatu informasi yang dipergunakan di dalam suatu perhitungan harga pokok produk, jasa dan tujuan lainnya yang diinginkan oleh manajemen.

4. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.

5. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.

6. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

7. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.

8. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.

9. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.

10. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.

11. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.

12. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.

13. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.


D. RUANG LINGKUP SIM

1.Sejarah

2.Konsep & Definisi : Sistem, Informasi & Sistem Informasi

3.Konsep Sistem Informasi Manajemen

4.Data dan Informasi

5.Organisasi & Manajemen

6.Komponen & Sumberdaya SIM

7.Sistem Manajemen berbasis Data

8.Konsep pengambilan keputusan dengan SIM

E.PERANAN SIM DALAM ORGANISASI

Beberapa peran sistem informasi manajemen antara lain sebagai berikut:

1. Meningkatkan aksebilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.

2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.

3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.

5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.

6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.

7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.

8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.

9. Perusahaan menggunakan sistem informasi manajemen untuk mempertahankan persediaan paada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.

10. SIM untuk pendukung pengambilan keputusan.

11. SIM untuk pengendalian operasional, pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien.

12. SIM untuk pengendalian manajemen, yaitu untuk mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dana mengalokasi sumber daya.

13. SIM untuk perencanaan starategis, tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu organisasiakan mampu mencapai tujuannya.

14. SIM menganalisis kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkanya.

15. SIM berperan sebagai penyedia bagi pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.

Manfaat sistem informasi manajemen, SIM dapat menolong perusahaan untuk:

· SIM memberikan dukungan dalam pengumpulan informasi atau perancangan rangkaian alternatif tindakan, memutuskan untk memilih tindakan yang terbaik dari alternatif yang tersedia dan melaksanakan pilihan dan mengawasi hasil kegiatan.

· SIM dapat digunakan secara efektif untuk mendukung setiap tinngkatan pada proses pengambilan keputusan dan dapat digunakan juga memperoleh dan menyimpan informasi yang berkaitan dengan masalah standar dan situasi sekarang.

· SIM ini juga sangat membantu untuk merealisasikan keputusan dalam tindakan dan mengawasi tindakan serta memberikan umpan balik yang berkaitan dengan hasilnya.

F.PERKEMBANGAN SIM

1. Pendekatan dipandang dari metodologi yang digunakan

a. Pendekatan Klasik Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan Pendekatan Tradisional (traditional approach) atau Pendekatan Konvensional (conventional approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila mengikuti tahapan pada System Life Cycle.

b. Pendekatan Terstruktur Pendekatan Terstruktur (Structured Approach) merupakan pendekatan yang menyediakan sistem tambahan berupa alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari sistem life cycle.

2. Pendekatan Dipandang dari sasaran yang dicapai

a. Pendekatan Sepotong Pendekatan Sepotong (Piecerneal Approach) merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja,tanpa memperhatikan posisi dan sasaran keseluruhan organisasi.

b. Pendekatan Sistem memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya.

3. Pendekatan Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari system

a. Pendekatan Bawah Naik. Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach) merupakan pendekatan dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level perasional dimana transaksi dilakukan. Dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik kelevel atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut.

b. Pendekatan Atas Turun Pendekatan Atas Turun (Top Down Approach) merupakan pendekatan yang dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategis.

4. Pendekatan Dipandang dari cara mengembangkannya

a. Pendekatan Sisten Menyeluruh Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).

b. Pendekatan Moduler berusaha memecah sistem yang rumit menjadi bagian atau modul yang sederhana, sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan.

5. Pendekatan Dipandang dari teknologi yang digunakan

a. Pendekatan Lompatan Jauh Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach) merupakan Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi, terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.

b. Pendekatan Berkembang Pendekatan Berkembang (evolutionary approach) : Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasiaplikasi yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.

7. Siklus hidup pengembangan sistem dan Sistem Informasi Manajemen Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke proses yang pertama. Siklus ini disebut dengan Siklus Hidup suatu Sistem. Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem info rmasi.

8. Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase, yaitu :

a. Perencanaan sistem

b.Analisis sistem

c. Perancangan sistem secara umum / konseptual

d. Evaluasi dan seleksi sistem

e. Perancangan sistem secara detail

f. Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem

g.Pemeliharaan / Perawatan Sistem

9. Metode/pendekatan prototyping Proses pengembangan sistem seringkali menggunakan pendekatan prototipe (prototyping). Metode ini sangat baik digunakan untuk menyelesesaikan masalah kesalahpahaman antara user dan analis yang timbul akibat user tidak mampu mendefinisikan secara jelas kebutuhannya. Prototyping adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja (prototipe) dari aplikasi baru melalui proses interaksi dan berulang-ulang yang biasa digunakan ahli sistem informasi dan ahli bisnis. Prototyping disebut juga desain aplikasi cepat (rapid application design/RAD) karena menyederhanakan dan mempercepat desain sistem.

10. Keunggulan prototyping adalah :

1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.

2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.

3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.

4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.

5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya

Kelemahan prototyping adalah :

1. Pelanggan tidak melihat bahwa perangkat lunak belum mencerminkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan belum memikirkan peneliharaan dalam jangka waktu yang lama.

2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman sederhana.

3. Hubungan pelanggan dengan komputer mungkin tidak menggambarkan teknik perancangan yang baik.

11. Metode pengembangan aplikasi cepat Rapid Application Development (RAD) mengacu pada jenis metodologi pengembangan perangkat lunak yang menggunakan perencanaan minimal dalam mendukung rapid prototyping. The "perencanaan" dari perangkat lunak dikembangkan menggunakan RAD disisipkan dengan menulis perangkat lunak itu sendiri. Kurangnya perencanaan luas pra-umumnya memungkinkan perangkat lunak untuk ditulis jauh lebih cepat, dan membuatnya lebih mudah untuk mengubah persyaratan.

12. Tahapan pengembangan sistem dan pengembangan berfase A. Tahap Pengembangan Sistem

13. 1.Tahap Perencanaan Tahap ini merupakan suatu rangkaian kegiatan sejak ide pertama yang melatarbelakangi pelaksanaan pengembangan sistem tersebut dilontarkan.

14. Dapat mengidentifikasi wilayah/area permasalahan potensial. Perencanaan akan menunjukkan hal-hal yang mungkin bisa terjadi suatu kesalahan. Dapat mengatur urutan kegiatan. Banyak sekali tugas-tugas terpisah dan harus berjalan secara bersamaan/paralel yang diperlukan untuk pengembangan sistem. Tugas-tugas ini diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan untuk efisiensi. Tersedianya sarana pengendalian. Tingkat pengukuran kinerja harus dipertegas sejak awal.

BAB V

PENGORGANISASIAN SIM

Kompetensi dasar :

1. Mahasiswa mempunyai kemanapun tentang pengorganisasian SIM

2. Mahasiswa menjelaskan pengorganisasian SIM dengan jujur dan sopan

3. Mahasiswa yang mampu membantu mahasiswa yang kurang mampu (belum jelas)

Indikator :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang:

c. Organisasi dan arti struktur keorganisasian SIM

d. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan

e. Unsur dalam organisasi

2. Dalam menjelaskan tentang pengorganisasian dengan jujur dan sopan

3. Dalam menjelaskan tentang pengorganisasian SIM dengan jujur dan sopan

4. Mahasiswa membantu mahasiswa lain yang kemampuannya kurang dengan tulus dan sopan

5. Mahasiswa yang kurang dapat mengikuti materi berikutnya

A. ORGANISASI SIM

Terdapat beberapa definisi tentang organisasi, diantaranya :
• Definisi teknikal : organisasi adalah struktur sosial yang stabil dan formal. Struktur tersebut menggunakan sumberdaya dari lingkungannya, serta mengolah sumberdaya tersebut menjadi produk keluaran.
• Definisi behavioral : sekumpulan hak, kewenangan, kewajiban dan tanggung jawab yang terbentuk secara seimbang dalam kurun waktu tertentu melalui konflik dan penyelesaian konflik.

Organisasi adalah struktur formal yang stabil yang mengambil sumber daya dari lingkungan dan memprosesnya untuk menciptakan output.
Organisasi mempunyai ciri-ciri seperti mempunyai struktur organisasi yang jelas, memiliki rutinitas dan proses bisnis. Organisasi biasanya juga mempunyai lingkungan, budaya dan politiknya sendiri. Ciri lain organisasi termasuk proses bisnisnya, tujuan, pilihan, dan gaya kepemimpinan. Seluruh ciri ini mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan organisasi.

Sistem informasi dan organisasi dimana keduanya digunakan untuk saling berinteraksi dan mempengaruhi. Sistem informasi juga terhubung dengan struktur, budaya, proses bisnis organisasi. Sistem baru mengacaukan pola kerja dan hubungan kekuatan yang telah mapan, sehingga sering ada kejanggalan yang cukup besar dari organisasi ketika sistem tersebut diperkenalkan. Hubungan yang rumit antara sistem informasi, kinerja organisasi dan pembuatan keputusan harus dikelola dengan cermat.

Description: http://ekarachmansulistia.blog.upi.edu/files/2015/10/Untitled-e1444008516852.png

Ciri-Ciri Organisasi - Organisasi dapat dibedakan dengan melihat ciri-ciri organisasi dimana ciri-ciri organisasi beraneka ragam antara lain sebagai berikut..

a. Ciri-Ciri Organisasi Secara umum

Memiki tujuan dan sasaran

Memiliki komponen yaitu atasan dan bawahan

Adanya kerja sama yang terstruktur

Memiliki pendegelasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

Memiliki keterikatakan format dan tatat tertip yang harus ditaati

b. Ciri-Ciri Organisasi Menurut Para Ahli yaitu Berelson dan Steiner

Formalitas, adalah ciri organisasi sosial yang merujuk pada perumusan tertulis daripada peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi dan seterusnya

Hierarki, adalah ciri organisasi yang mengacu pada pola kekuasaan dan kewenangan yang berbentuk piramida, artinya terdapat orang-orang tertentu dengan kekuasaan dan kewenangan yang tinggi dari pada orang biasa dalam organisasi tersebut.

Besar dan Kompleksnya, adalah ciri organisasi sosial yang memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal) yang biasanya disebut dengan "gejala birokrasi"

Lamanya (Duration), adalah ciri organisasi dimana eksistensi organisasi lebih lama dari pada keanggotaan pada organisasi tersebut.

c. Ciri-Ciri Organisasi Modern

Organisasi bertambah besar

Penggunaan staf lebih intensif

Unsur-unsur organisasi lebih lengkap

Pengelolaan data semakin cepat

Adanya prinsip-prinsip atau azas-asaz organisasi

Cenderung spesialisasi

Manfaat Organisasi - Mengikuti dan menjadi anggota dalam organisasi memiliki manfaat antara lain sebagai berikut...

· Tercapainya sebuah tujuan

· Melatih mental bicara di publik

· Mudah memecahkan masalah

· Melatih leadership

· Memperluas pergaulan

· Kuat dalam menghadapi tekanan

· Meningkatkan wawasan dan pengetahuan

· Membentuk karakteristik dengan seseorang

· Mampu dalam mengatur waktu dengan baik

· Sebagai ajang dalam pembelajaran kerja yang sebenarnya

B. ARTI STRUKTUR KEORGANISASIAN

Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi dasar dalam manajemen untuk mencapai sasaran yang ditetapkan oleh Organisasi. Pengorganisasian ini berkaitan dengan pengelompokan kegiatan, pengaturan orang maupun sumber daya lainnya dan mendelegasikannya kepada individu ataupun unit tertentu untuk menjalankannya sehingga diperlukan penyusunan struktur organisasi yang memperjelas fungsi-fungsi setiap bagian dan sifat hubungan antara bagian-bagian tersebut.

Dengan demikian, jelas bahwa penyusunan Struktur Organisasi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, baik organisasi tersebut berskala kecil maupun besar tetap memerlukan Struktur Organisasi yang jelas untuk mencapai sasaran organisasi yang ditetapkan. Secara definisi, yang dimaksud dengan Struktur Organisasi menurut Schermerhorn (1996) adalah sistem tugas, alur kerja, hubungan pelaporan dan saluran komunikasi yang dikaitkan secara bersama dalam pekerjaan individual maupun kelompok.

Struktur Organisasi dalam sebuah organisasi biasanya digambarkan dalam bentuk Bagan Struktur Organisasi (Organization Chart) yaitu suatu diagram yang menggambarkan pengaturan posisi pekerjaan dalam Organisasi yang diantaranya juga termasuk garis komunikasi dan wewenangnya.

Bentuk-bentuk Struktur Organisasi

Bentuk-bentuk Struktur Organisasi yang sering digunakan dalam organisasi pada umumnya terdiri dari 3 bentuk, yaitu:

1. Struktur Organisasi Fungsional,

Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi. Pembagian kerja dalam bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia. Karyawan-karyawan yang memiliki keterampilan (skill) dan tugas yang sama akan dikelompokan bersama kedalam satu unit kerja. Struktur Organisasi ini tepat untuk diterapkan pada Organisasi atau Perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk maupun layanan. Struktur organisasi bentuk ini dapat menekan biaya operasional namun mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar unit kerja.

Description: Contoh bentuk Struktur Organisasi Fungsional

2. Struktur Organisasi Divisional (berdasarkan Produk/Pasar)

Struktur Organisasi Divisional (Divisional Structure Organization) adalah Struktur Organisasi yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Organisasi bentuk Divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah keatas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bentuk Organisasi Fungsional.

Contoh Struktur Organisasi Divisional:

Description: Contoh bentuk Struktur Organisasi Divisional

3. Struktur Organisasi Matriks.

Struktur Organisasi Matriks (Matrix Structure Organization) merupakan kombinasi dari Struktur Organisasi Fungsional dan Struktur Organisasi Divisional dengan tujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk Struktur Orgnisasi tersebut. Struktur Organisasi Matriks ini sering juga disebut dengan Struktur Organisasi Proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan kepadanya. Struktur Organisasi Matriks ini mengakibatkan terjadinya multi komando dimana seorang karyawan diharuskan untuk melapor kepada dua pimpinan yaitu pimpinan di unit kerja Fungsional dan pimpinan proyek. Struktur Organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau perusahaan-perusahaan multinasional.

Description: contoh bentuk Struktur Organisasi Matriks

C. FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN

Faktor-faktor terdiri dari :

1. Dampak Ekonomi

Ukuran perusahaan biasanya berkembang untuk mengurangi biaya transaksi. Teknologi informasi secara potensial mengurangi biaya pada ukuran tertentu, membuka kemungkinan pertumbuhan pendapatan tanpa menambah ukuran, atau bahkan pertumbuhan pendapatan yang disertai ukuran yang menyusut.

2. Dampak Organisasi dan Perilaku

a) Teknologi Informasi atau TI meratakan organisasi, yaitu perataan hierarki dengan memperluas distribusi informasi untuk memberikan kekuatan kepada karyawan tingkat rendah dan meningkatkan efisiensi manajemen

b) Organisasi pascaindustri, yaitu wewenang semakin bergantung kepada pengetahuan dan kompetensi, dan tidak hanya pada posisi formal.

c) Memahami penolakan organisasi terhadap perubahan. Terdapat beberapa cara untuk memvisualisasikan penolakan organisasi yang saling berhubungan untuk membawa perubahan dengan mengubah teknologi, tugas, struktur, dan orang-orang secara bersamaan.

3. Internet dan Organisasi

Internet meningkatkan aksesibiltas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk organisasi, dan untuk mengurangi biaya transaksi dan keagenan yang dihadapi kebanyakan organisasi.

4. Implikasi Rancangan dan Pemahaman Sistem Informasi

Faktor organisasi utama yang harus dipertimbangkan saat merencanakan sistem baru adalah sebagai berikut :

· Lingkungan dimana organisasi berfungsi

· Struktur organisasi : hierarki, spesialisasi, rutinitas, proses bisnis

· Budaya dan politik organisasi

· Jenis organisasi dan gaya kepemimpinan

· Kelompok kepentingan utama yang dipengaruhi oleh sistem dan sikap dari karyawan yang akan menggunakan sistem

· Jenis tugas, keputusan dan proses bisnis dimana sistem info dirancang untuk membantunya.

D. UNSUR-UNSUR DALAM ORGANISASI

Unsur-Unsur Organisasi - Setiap organisasi memiliki beragam unsur antara lain sebagai berikut..

a. Unsur-Unsur Organisasi Secara Umum

· Man, adalah unsur utama pembentuk organisasi yang disebut sebagai personil atau anggota yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri atas unsur pimpinan (administrator) sebagai pemimpin tertinggi organisasi, para manajer pemimpin unit tertentu suatu kerja sesuai fungsinya dan para pekerja (workers). Setiap hal tersebut merupakan kekuatan organisasi.

· Kerja Sama, adalah unsur organisasi dimana setiap anggota atau personil melakukan perbuatan secara bersama-sama untuk tujuan bersama.

· Tujuan Bersama, adalah Sasaran yang ingin dicapai/ diharapkan baik dari prosedur, program, pola atau titik akhir dari pekerjaan organisasi tersebut.

· Peralatan (Equipment), adalah sarana dan prasarana yang berupa kelengkapan dari organisasi tersebut baik itu berupa bangunan (gedung, kantor), materi, uang, dan kelengkapan lainnya.

· Lingkungan (Environment), adalah unsur organisasi yang juga memiliki pengaruh. Faktor tersebut adalah ekonomi, sosial budaya, strategi, kebijaksanaan. anggaran, dan peraturan yang telah ditetapkan.

· Kekayaan Alam, yang termasuk dengan kekayaan alam adalah air, cuaca, keadaan iklim, flora dan fauna.

· Kerangka/Kontruksi Mental Organisasi, adalah landasan dari organisasi yang berada pada visi organisasi tersebut dibuat.

b. Unsur-Unsur Organisasi Menurut Keith Davis

Unsur Pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah

Unsur Kedua, adanya sikap sukarela dalam membantu kelompok mencapai tujuan tertentu.

Unsur Ketiga, unsur tanggung jawab merupakan rasa yang paling menonjol dalam menjadi anggota

c. Unsur-Unsur Dasar Organisasi

· Personil atau anggota

· Visi

· Misi

· Wewenang

· Struktur

· Hubungan

· Formalitas

· Sumber Energi

· Proses Kegiatan organisasi

BAB VI

SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Kompetensi Dasar:

1. Mahasiswa mempunyai kemampuan dalm konsep pengambilan keputusan

2. Mahasiwa menejelaskan sistem pengambilan keputusan dengan jujur dan sopan

3. Mahasiswa yang mampu membantu mahasiswa yang kurang mampu (belum jelas)

Indikator :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang:

a. Informasi dan peran manajemen

b. Pola dan tipe pengambilan keputusan

c. Tahapan dan mekanisme pengambilan keputusan

2. Dalam menjelaskan tentang sistem pengambilan keputusan dengan jujur dan sopan

3. Mahasiswa membantu mahasiswa lain yang kemampuannya kurang dengan tulus dan sopan

4. Mahasiswa yang kurang dapat mengikuti materi berikutnya

A. INFORMASI DAN PERAN MANAJEMEN

Infromasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan

Nilai informasi yang dihasilkan dari penggunaan komputer dalam SIM memang sulit untuk dihitung dengan uang, berikut perkiraan nilai informasi tersebut:

1. AVAILABILITY (dapat diperoleh)

Yaitu mendapat informasi yang semula atau sebelumnya tidak dapat diperoleh

2. TIMELESS (ketepatan waktu)

Yaitu informasi yang dihasilkan oleh komputer dapat diperoleh dalam waktu yang cepat dan tepat

3. ACCURANCY (ketelitian)

Yaitu informasi yang dihasilkan oleh komputer lebih terjamin ketelitiannya

4. COMPELETENESS (kelengkapan)

Yaitu informasi yang dihasilkan oleh komputer lebih lengkap dan jelas

5. PRESENTATION (penyajian)

Yaitu informasi yang dihasilkan dari proses dapat disajikan menurut selera pemakai informasi tersebut

Manajemen adalah manajemen merupakan pencapaian tujuan dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumber daya. Secara universal manajemen diartikan sebagai penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran dan kinerja yang tinggi dalam berbagai kegiatan organisasi profit maupun non profit.

PERAN MANAJEMEN, menurut Henry Mintzberg

1. Peran Interpersonal : peran hubungan personal dapat terdiri dari : = figur kepala (figur head) : manajer mewakili organisasi

untuk kegiatan-kegiatan diluar organisasi.

=pemimpin(leader) : manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi, dan mendukung bawahan-

bawahannya.

= penghubung (liaison) : manajer menghubungkan

Personal-personal di semua tingkatan manajemen.

2. Peran Informational : peran dari manajer sebagai pusat syaraf (nerve center) organisasi untuk menerima informasi yg paling mutakhir dan sebagai penyebar ( disseminator) informasi keseluruh personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang informasi yg dimilikinya.

3. Peran decisional : yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entreprenuer, sebagai orang yg menangani gangguan, sebagai orang yg mengalokasikan sumber-sumber dayaorganisasi, dan sebagai negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi.

B. POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

teori pengembilan keputusan adalah, teknik pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

Pendekatan struktur pengambilan keputusan dapat membantu membuat keputusan yang terbaik, tetapi tidak dapat menggaransi hasil yang baik.

Keputusan yang barik kadang-kadang menghasilkan hasil yang kurang baik

Oleh karena itu diperlukan pendekatan dan metode-metode yang sangat detail untuk dapat menghasilkan keputusan yang baik

Ada 2 bentuk-bentuk pengambilan keputusan yaitu,

1. Keputusan terprogram:

• Melibatkan permasalahan rutin yang muncul secara teratur dan dapat ditujukan melalui tanggapan standard Masalah yang bersifat pengulangan dan rutin dapat diselesaikan dengan pengambilan keputusan jenis ini. Tantangan yang besar bagi seorang analis adalah mengetahui jenis-jenis keputusan ini dan memberikan atau menyediakan metode-metode untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang terprogram di mana saja. Agar pengambilan keputusan harus didefinisikan dan dinyatakan secara jelas. Bila hal ini dapat dilaksanakan, pekerjaan selanjutnya hanyalah mengembangkan suatu algoritma untuk membuat keputusan rutin dan otomatik.

2. Keputusan Tidak Terprogram :

Melibatkan bukan permasalahan rutin yang memerlukan solusi secara rinci pada situasi yang ada Dengan kata lain, pengambilan keputusan jenis ini meliputi proses- proses pengambilan keputusan untuk menjawab masalah-masalah yang kurang dapat didefinisikan. Masalah-masalah ini umumnya bersifat kompleks, hanya sedikit parameter’parameter yang diketahui dan kebanyakan parameter yang diketahui bersifat probabilistik.

Pola dasar berpikir dlm konteks organisasi:

1. Penilaian situasi (Situational Approach)untuk menghadapi pertanyaan “apa yg terjadi?”

2. Analisis persoalan (Problem Analysis)dari pola pikir sebab-akibat

3 Analisis keputusan (Decision Analysis) didasarkan pada pola berpikir mengambil pilihan

4. Analisis persoalan potensial (Potential Problem Analysis) didasarkan pada perhatian kita mengenai peristiwa masad depan, mengenai peristiwa yg mungkin terjadi & yangg dapat terjadi

C. TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN

TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN

1. KEPUTUSAN TIDAK TERSTRUKTUR

Sifat keputusan ini adalah tidak terjadi berulang-ulang & tidak selalu terjadi. Keputusan ini dilakukan oleh MTA.

Informasi untuk pengambilan keputusan ini tidak mudah tersedia untuk didapat & biasanya berasal dari lingkungan luar.

2. KEPUTUSAN SEMI TERSTRUKTUR

Keputusan yang masih membutuhkan pertimbangan-2 dari sipengambil keputusan. Keputusan ini bersifat rumit &

membutuhkan pertimbangan serta analisis yang terinci.

3. KEPUTUSAN TERSTRUKTUR

Keputusan yang terjadi berulang-ulang dan RUTIN, sehingga dapat diprogram. Keputusan ini terjadi di MTB.

TIPE INFORMASI MANAJEMEN

Untuk mendukung proses pengambilan keputusan dibutuhkan INFORMASI yang berkualitas. Untuk manajemen tingkat bawah, tipe informasinya adalah TERINCI, karena digunakan untuk Pengendalian Operasi. Sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, tipe informasinya adalah TERFILTER atau lebih ringkas. Keputusan yang dilakukan oleh manager tingkat atas adalah RUTIN & BERULANG-ULANG.

Ada 8 Fungsi Pengawasan Manajemen

• Perencanaan Rutin (Routine Planning)

• Penjadwalan (Schedulling)

• Persiapan (Preparation)

• Pengabaran (Dispatching)

• Pengarahan (Direction)

• Pemeriksaan (Supervision)

• Perbandingan (Comparison)

• Pembetulan (Corrective action)

D. TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Tahapan pengambilan keputusan dengan skala prioritas:

1. Mengidentifikasi masalah

Dengan mengidentifikasi masalah diharapkan nantinya dapat dilakukan dengan cara menetukan fakta-fakta yang terkait dari masalah tersebut dan dalam pengumpulan informasi fakta tersebut jangan dicampuradukkan antara fakta dengan opini/ pendapat yang belum diketahui kebenarannya.

2. Mencari alternative pemecah lain

Setelah semua masalah dikaji dan terkumpul serta dapat dipahami langkah selanjutnya yang dapat ditempuh yaitu dengam melakukan alternative yang sudah ada. Melaksanakan alternative yaitu dengan menyusun alternative yang paling diinginkan dan hingga sampai dengan alternative yang paling tidak diinginkan.

3. Memilih alternative

Dalam pemilihan alternative, alternative yang harus dipilih adalah alternative yang birsifat logis, dapat dilaksanakan serta memperhitungkan akibat yang ditimbulkan dari pelaksanaan alternative terpilih tersebut.

Untuk kelangsungan dalam pemilihan alternative maka harus diperhatikan langkah-langkahnya sebagai berikut:

a. Memperhitungkan dampak positif dan negative dari setiap alternative yang ada.

b. Memperhitungkan seberapa besar kemungkinan dampak dari setiap alternative tersebut.

c. Jadikan tujuan sebagai pedoman, dengan berpedoman tujuan sebagai penerang langkah.

4. Pelaksanaan alternative terpilih

Setelah semua dilalui dengan urutan yang sewajarnya langkah selanjutnya yaitu menerapkan pelaksanaan alternative yang dipilih, penerapan alternative yang dipilih nantinya akan mempengaruhi hasil akhir. Oleh sebab itu maka pelaksanaan harus sesuai dengan rencana supaya nanti dalam operasi dapat tercapai tujuan dari diadakannya pemilihan alternative tersebut.

5. Evaluasi alternative

Fungdi dari diadakannya evaluasi alternative adalah untuk mengetahui apakah alternative yang dipilih telah sesuai dengan rencana atau belum.

Skala prioritas diperluakn dalam mempertimbangkan pemilihan sebuah alternative, karena digunakan untuk mengetahui ukuran atau sebagai alat untuk mengetahui ukuran dari alternative tersebut.

E. MEKANISME PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Proses pengambilan keputusan didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebgai berikut :

· Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi

· Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi

· Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah

· Melaksanakan alternatif tersebut

· Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan.

Berikut ini merupakan penjabaran proses pengambilan keputusan.

1. Pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan pada dasarnya adalah proses pemecahan masalah yang menghalangi atau menghambat tercapainya tujuan. Agar masalah dapat dipecahkan, terlebih dahulu harus dikenali apa masalahnya.

2. Mencari alternatif pemecahan

Setelah masalh dikenali maka dapat dilakukan pencarian terhadap alternatif-alrternatif yang mungkin dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Dalam mencari alternatif hendaknya tidak mamikirkan masalah efisiensi dan efektifitas. Ynag terpenting adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya alternatif. Setelah alternatif terkumpul, barulah disusun berurutan dari yang paling diinginkan sampai yang tidak diinginkan.

3. Memilih alternatif

Setelah alternatif tersusun, barulah dapat dilakukan pilihan alternatif yang dapat memberikan manfaat, dalam arti dapat memecahkan masalah dengan cara yang paling efektif dan efisien. Sebelum menjatuhkan pilihan pada sebuah alternatif, ajukan pertanyaan untuk tiap-tiap alternatif.

4. Pelaksanaan alternatif

Setelah alternatif dipilih, tibalah saatnya melaksanakannya ke dalam bentuk tindakan. pelaksanaan harus sesuai denga rencana, agar tujuan memecahkan masalh dapat tercapai.

5. Evaluasi

Setelah alternatif dilaksanakan, bukan berarti proses pengambilan keputusan telah selesai. Pelaksanaan alternatif harus terus diamati, apakah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bila langkah-langkah pelaksanaan telah dilakukan dengan benar tetapi hasil yang dicapai tidak maksimal, sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali pemilihan alternatif lainnya. Tidak maksimalnya hasil yang dicapai mungkin terjadi karena pengaruh negatif potensial benar-benar terjadi, atau mungkin pengaruh negatif yang tadinya tidak diperkirakan.

Langkah proses pengambilan keputusan ada 5, yaitu identifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan, pelaksanaan alternatif, dan evaluasi

BAB VII

PENGGUNAAN SIM DI INSTANSI (AREA FUNGSIONAL)

Kompetensi Dasar:

1. Nahasiswa mempunyai kemampuan dalam penggunaan SIM dalam area fungsional

2. Mahasiswa menjelaskan penggunaan SIM di area fungsional dengan jujur dan sopan

3. Mahasiswa yang mampu membantu mahasiswa yang kurang mampu (belum jelas)

Indikator :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang penggunaan SIM di area fungsional

2. Dalam menjelaskan tentang penggunaan SIM di area fungsional dengan jujur dan sopan

3. Mahasiswa membantu mahasiswa lain yang kemampuannya kurang dengan tulus dan sopan.

4. Mahasiswa yang kurang dapat mengikuti materi berikutnya

A. SIM DI PERBANKAN

Sistem Informasi Manajemen – Sektor Perbankan Bank Indonesia (SIM-SPBI)

SIMSPBI merupakan sistem informasi terpadu untuk mendukung tugas pengawasan, pemeriksaan dan pengaturan perbankan BI.

Tujuan dari penerapan SIM-SPBI adalah :

1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem pengawasan dan pemeriksaan bank;

2. Menciptakan keseragaman (standarisasi) dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan bank.

3. Mengoptimalkan Pengawas dan Pemeriksa Bank dalam menganalisa kondisi bank sehingga dapat meningkatkan mutu pengawasan dan pemeriksaan bank;

4. Memudahkan audit trail oleh pihak yang berkepentingan;

5. Meningkatkan keamanan dan integritas data serta informasi

SIM-SPBI terdiri dari 3 subsistem yakni :

1. Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (SIMWAS), merupakan sistem informasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi tugas-tugas pengawasan, pemeriksaan dan penelitian bank umum. Melalui SIMWAS, pengawas bank akan mampu mengoptimalkan kegiatan analisa dan memperoleh informasi mengenai kondisi keuangan bank (termasuk Tingkat Kesehatan Bank dan profil risiko) secara cepat. Modul-modul yang tersedia antara lain modul Data Pokok Bank dan modul Fit and Proper Test (FPT).

2. Sistem Informasi Bank dalam Investigasi (SIBADI), merupakan sistem informasi untuk meningkatkan tertib administrasi dan kemudahan pemantauan tugas dalam rangka investigasi tindak pidana di bidang perbankan. Melalui SIBADI, dapat dilakukan pemantauan terhadap perkembangan investigasi atas dugaan tindak pidana yang diakukan oleh suatu bank sejak laporan penyimpangan diterima, jadwal investigasi, langkah-langkah yang telah dilakukan sampai dengan hasil akhir investigasi dimaksud.

Data Mart Data Pokok Bank, yang menyediakan informasi yang berkaitan dengan kelembagaan, kepemilikan dan kepengurusan, operasional dan strategi pengawasan yang diterapkan pada suatu bank sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan informasi dalam rangka pengawasan dan pembinaan bank.

:: Sistem Informasi Debitur (SID)

SID adalah sistem yang menyediakan informasi mengenai debitur baik perorangan maupun badan usaha, yang diolah berdasarkan laporan penyediaan dana yang diterima Bank Indonesia dari Pelapor. SID dikembangkan dengan tujuan untuk membantu :

Bagi pemberi kredit, antara lain :

Membantu dalam mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit

Mengurangi ketergantungan pemberi kredit kepada agunan konvensional.Pemberi kredit dapat menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pengganti/pelengkap agunan.

Bagi penerima kredit, antara lain :

Mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh persetujuan kredit

Nasabah baru,khususnya yang tergolong sebagai UMKM,a kan mendapat akses yang lebih luas kepada pemberi kredit dengan mengandalkan reputasi keuangannya tanpa harus tergantung pada kemampuan untuk menyediakan agunan.

:: Sistem Informasi Manajemn Pengawasan BPR (SIMWAS BPR)

SIMWAS-BPR merupakan sistem informasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem pengawasan BPR. Melalui SIMWAS, pengawas BPR akan mampu mengoptimalkan kegiatan analisis terhadap kondisi BPR, mempercepat diperolehnya informasi kondisi keuangan BPR (termasuk Tingkat Kesehatan BPR), meningkatkan keamanan dan integritas data serta informasi perbankan. Modul-modul yang tersedia dalam aplikasi SIMWAS BPR antara lain modul perizinan pendirian BPR, data pokok BPR, Tingkat Kesehatan BPR, status BPR, cabut izin usaha dan likuidasi BPR.

B. SIM DI RUMAH SAKIT

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen Rumah Sakit, mulai dari pelayanan diagnosa dan tindakan untuk pasien, medical record, apotek, gudang farmasi, penagihan, database personalia, penggajian karyawan, proses akuntansi sampai dengan pengendalian oleh manajemen. Produk kami Enterprise Hospital System adalah sistem yang terintegrasi pada semua modul dan telah dipakai di beberapa Rumah Sakit Daerah, baik yang telah berstatus BLU maupun belum. SIMRS ini didesain dengan teknologi informasi terbaru dan interface yang menarik sehingga mudah digunakan.

Teknologi

SIMRS kami  Enterprise Hospital System dibangun dengan teknologi mutakhir berbasis Open Source dengan spesifikasi:

  • User Interface berbasis Web PHP/AJAX
  • Database bisa menyesuaikan dengan sistem yang ada (Kami merekomendasikan menggunakan My SQL ver. 5)

Spesifikasi Sistem

SIM RS tersusun atas beberapa Sistem dan Modul :

1. Admin Sistem
2. Sistem Pelayanan Pasien / Billing System

  • Modul Loket/Registrasi Pasien
  • Modul Pelayanan Rawat Jalan
  • Modul Pelayanan Rawat Inap
  • Modul UGD
  • Modul IRD
  • Modul Kamar Operasi
  • Modul Persalinan
  • Modul Paviliun
  • Modul Modul Rawat Intensive (ICU/NICU/PICU)
  • Modul Instalasi Hemodelisia
  • Modul Medical Check Up

3. Sistem Farmasi

  • Modul Pengendalian Stok
  • Modul Gudang Obat
  • Modul Floor Stock
  • Modul Produksi Obat
  • Modul Apotek (multi apotek)

4. Sistem Penunjang Medis

  • Modul Laboratorium
  • Modul Radiologi
  • Modul Bank Darah
  • Modul Fisioterapi
  • Modul Rehab Medis
  • Modul Kamar Jenazah
  • Modul Manajemen Dapur
  • Modul Gizi
  • Modul Rekam Medik

5. Sistem Aset / Inventori

6. Sistem Keuangan dan Akuntansi

  • Modul Hutang
  • Modul Piutang
  • Modul Kas-Bank
  • Modul Budgeting
  • Modul Akutansi

7. Sistem Human Resources Development (HRD)

  • Modul Personalia
  • Modul Penggajian / Payroll
  • Modul RSU Pendidikan

8. Sistem Manajemen

  • Modul Manajemen Pelayanan
  • Modul Manajemen Farmasi
  • Modul Manajemen Keuangan
  • Modul Manajemen Aset
  • Modul Pemasaran dan Publikasi / PR

Fitur Unggulan

SIMRS kami Enterprise Hospital System memiliki fitur-fitur unggulan, diantaranya:

  • Pencatatan akuntasi secara accrual
  • Pencatatan jasa layanan dengan multi tarif: berdasar perda dan KSO (Askes)
  • Mendukung integrasi dengan sistem luar seperti sistem ASKES
  • Fasilitas perhitungan unit cost
  • Perhitungan jasa pelaksana layanan dilakukan secara accrual
  • Antrian pasien tiap unit pelayanan otomatis berdasar kedatangan loket
  • Support Bridging dengan aplikasi SEP BPJS

Description: SIMRS antrian rawat jalan

SIMRS antrian pasien rawat jalan

  • Stock opname farmasi bisa dilakukan tanpa menghentikan sistem
  • Perhitungan stock opname obat  di setiap unit beserta nilai rupiahnya

Description: Stock Opname di semua unit beserta nilainya

SIMRS: Fasilitas stock opname semua unit

  • Billing System terintegrasi secara langsung dengan Sistem Akuntasi
  • Fasilitas pencetakan nota pembayaran, kuitansi, surat menyurat dan laporan

Description: Laporan-laporan SIMRS

Salah satu fasilitas pembuatan laporan SIMRS

  • Analisis statistik diagnosa dan pembedahan terhadap pasien bisa disesuaikan dengan Standard Internasional yang telah ditetapkan WHO
  • SIMRS telah menggunakan standar ICD X dalam input diagnosa dan tindakan

Description: Input diagnosa sesuai ICDX pada SIMRS

C. SIM DI PERHOTELAN

Sistem manajemen hotel atau yang sering disebut Hotel Management System (HMS) adalah sebuah program komputer (hotel software) bertujuan membantu manajemen hotel dalam kegiatan hotel baik kegiatan sehari-hari maupun laporan-laporan yang diperlukan hotel. Kegiatan itu adalah menerima tamu (check in), mendata tagihan tamu (guest folio), pembayaran tamu (guest payment). Dengan adanya sistem ini diharapkan para tamu mendapatkan pelayanan yang lebih baik (good of service). Hasil lain yang dicapai dengan pemakaian sistem manajemen adalah efisiensi dalam operasional sehari-hari hotel.

Aliran data yang dihasilkan sistem ini dapat dibagi tiga katagori:

  1. Level paling atas untuk kebutuhan top manajer. Kebutuhan akan data/informasi bersifat jangka panjang, sangat tidak pasti, environmental, perencanan dan kebijaksanaan dan laporan yang berbentuk ringkas.
  2. Level menengah untuk midle manager. Kebutuhan akan data/informasi bersifat jangka menengah, relatif lebih pasti, organizational, pelaksanaan kebijaksanaan dan perencanaan taktis, laporan relatif terperinci
  3. Level bawah untuk lower manajer. Kebutuhan akan data/informasi bersifat jangka pendek, sedikit pasti, departmental, pelaksanaan aktifitas harian dan pemeliharaan, laporan yang terperinci.

Ruang lingkup sebuah sistem manajemen hotel sangatlah luas, tergantung kelengkapan fitur yang disediakan oleh program tersebut. Kelengkapan itu sendiri sangat tergantung pada type/jenis hotel dan struktur organisasi perhotelan. Sistem manajemen hotel harus dapat menangani pekerjaan :

  1. Pada divisi kamar (room devision), terutama bagian kantor depan (front office) dan bagian tata graha (housekeeping).
  2. Pada divisi accounting (accounting devision) untuk semua bagian accounting
  3. Pada divisi restorant dan bar (bar and restourant division).
  4. Pada divisi marketing (marketing devision)
  5. Pada divisi teknisi dan peralatan (engginering division)

 

Tetapi tidak semua sistem manajemen hotel yang ada sekarang mendukung ke 5 pekerjaan di atas, ada beberapa sistem yang hanya mendukung sebagian pekerjaan ataupun ada beberapa sistem yang dapat mencakup lebih dari kelima pekerjaan pokok di atas.
Dengan kemajuan teknologi, sebuah sistem dapat dihubungkan dengan perangkat-perangkat keras lainnya (hardware) seperti kamera pengintai (spy camera) dan menyimpan datanya dalam database untuk pengarsipan data-data tamu guna memenuhi keamaan publik jika suatu saat diperlukan. Dengan menghubungkan sistem manajemen dengan kunci otomatis dengan menggunakan kartu (smart card, optic card, dll) maka keamanan tamu lebih terjamin dan pengawasan terhadap tamu yang keluar masuk (check in or check out) dapat dikontrol dengan baik. Dengan menghubungkan penggunaan telepon genggam (handphone) maka para calon tamu dapat memesan kamar hotel dengan menggunakan fasilitas kirim pesan pendek (SMS, sort mesagge system). Tujuan pengintegrasian alat-alat di atas dan alat-alat lainnya semakin menambah kompleksnya sebuah sistem manajemen hotel dan mengaburkan tujuan awal pengggunaan sistem ini. Akhirnya banyak hotel menggunakan sistem manajemen hotel untuk tujuan menaikkan rate hotel mereka. Hal ini terjadi karena asumsi hotel yang menggunakan sistem adalah hotel yang bermanajemen baik.

PROGRAM APLIKASI HOTEL.

Mendirikan dan mengembangkan bisnis perhotelan memerlukan suatu sistem yang handal dan terintegrasi agar strategi dan tujuan bisnis yang direncanakan dapat diraih secara total. Dengan penerapan sistem perhotelan yang baik akan mampu mengurangi cost secara signifikan, mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan menjaring customer loyalty lebih banyak.

PROGRAM HOTEL hadir sebagai solusi penerapan manajemen hotel secara terintegrasi dan menyeluruh melalui software manajemen perhotelan yang handal. PROGRAM HOTEL ini dapat dikembangkan dimanapun termasuk hotel, apartemen, resort dan lain sebagainya. Dengan menggunakan PROGRAM HOTEL, perusahaan Anda dapat meningkatkan pelayanan kepada kustomer secara lebih baik yang akan berdampak positif pula pada peningkatan profit/ keuntungan perusahaan.

Beberapa penerapan sebagai berikut :

(dapat disesuaikan dengan kebutuhan manajemen hotel)

1. DATA
Untuk mendukung jalannya aplikasi, dibentuk data pendukung sebagai berikut :

Tarif & Jenis Kamar Pencatatan tarif harga dan jenis sewa kamar yang ada pada hotel.
Kamar Pencatatan nomor kamar yang ada pada hotel yang disertai harga modal, tarif harga jual. Fasilitas Kamar Pencatatan fasilitas yang ada pada tiap-tiap kamar.
Menu Makanan Resturan/ Mini Bar Pencatatan jenis menu makanan dan minuman yg tersedia beserta daftar harga/ modal. Pemesan akan diberikan tagihan dalam bentuk Bill yang tercetak oleh printer. (boleh menjadi bill tamu ataupun pengunjung sesaat/ cash) Bank Data Tamu. Kumpulan nama tamu yang sudah pernah menginap, akan komputer memberikan satu nomor customer.

Booking

Pemesanan kamar

Daftar Rekanan

Daftar rekanan hotel yang diperbolehkan menjadi piutang.
Cara Pembayaran
tehnik cara tamu membayar di kasir (cash, piutang, dll)
Identitas Petugas
daftar nama petugas/ user.
Nama Negara
kelompok tamu berdasarkan negara.
Propinsi
kelompok tamu berdasarkan daerah propinsi
Satuan Barang
Transaksi barang makanan/minuman di restauran.
Unit Kerja
Daftar unit kerja yang ada di Hotel.
Daftar Tarif Biaya / Dep.
Daftar seluruh tarif biaya (tarif data electronic)
Departemen Penerimaan
Pusat biaya pada kas penerimaan.
Kumpulan Register Penerimaan
daftar penerimaan yang terintegrasi.

 

2. TRANSAKSI

– BOOKING (Pemesanan kamar)

– CHECK IN (Registrasi tamu)

– INPUT BILLING, Pencatatan tranksaksi terhadap :

– Administrasi

– Kamar penginapan

– Restaurant/ Mini Bar * Print of Sales

– Pusat Jajanan/ belanja

– Bar/ Karaoke

– Loundri

– Rent Car / Taxi

– Convention Hall

– Telephone

– Etc

– CHECK OUT

– PRINT OUT KWITANSI / BILL

3. REPORT (LAPORAN)

-Tamu yang sedang menginap

-Daftar pemakaian kamar (kosong, berisi)

-Uang Kas Masuk (harian/ bulanan/ tahunan)

-Penerimaan per petugas kasir

-Omset dan Laba (per departemen)

-Piutang Rekanan

-Register Penerimaan

D. SIM DI DUNIA PENDIDIKAN

Sistem informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang membutuhkan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan dari suatu organisasi dan menyediakan pihak tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.

Pendidikan pada dasarnya sebuah rangkaian yang berproses untuk meciptakan suatu perbuahan dari kondisi yang tidak tahu menjadi serba mengetahui. Oleh karena itu pendidikan mengandalkan adanya perbuatan, adanya rangkaian yang bersistem, dan dapat dipraktekan dalam sebuah lembaga pendidikan.

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMP) merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi dalam memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali dalam rangka mendukung kembali proses keputusan bidang pendidikan. Data tersebut adalah data empiris dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Penerapan sistem informasi manajemen pendidikan ditujukan untuk membantu memudahkan mengolah data-data dan informasi yang berkaitan dengan sekolah meliputi penerimaan siswa baru, nilai-nilai, akademis, dan informasi lainnya. Juga merupakan media interktif siswa agar mampu menggunakan teknologi.

Perkembangan teknologi kehidupan dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Contoh di bidang pendidikan yaitu, E-Education, E-Library, E-Laboratory, dan E-Journal.

Dengan kemajuan perkembangan pendidikan di Indonesia, baik dari segi administrasi atau teknologi, maka proses pelayanan pendidikan di Indonesia dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Untuk mengembangkan mutu pendidikan dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung dimana salah satunya ada aplikasi teknologi informasi dalam bidang sistem informasi manajemen pendidikan.

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMP) saat ini baru sebatas wacana dan diharapkan pada waktu yang tidak terlau lalu SIMP ini tidak sebatas wacana, tetapi sudah mengarah ke aplikasi yang betul-betul menunjang kegiatan pendidikan pada umumnya. Untuk menerapkan SIMP yang terpadu dalam mendukung keberhasilan dunia pendidikan yang signifikan, diperlukan keseimbangan sumber daya yang tersedia antara ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keteramplan dalam mengoperaiskan teknologi seoerti komputer dan ketersediaan dana untuk pengadaan perangkat komputer yang sudah ssemakin canggih.

Di lain pihak, informasi yang disajikan oleh SIMP nantinya akan memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan bidang pendidikan, seperti kebutuhan tenaga kependidikan, informasi jumlah lembaga pendidikan dari mulai tingkat dasar hingga pendidikan tinggi. SIMP diharapkan sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Sutabri, Tata S.Kom.,MM. 2005. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

http://www.digital-sense.net/simrs

http://www.bi.go.id/id/perbankan/ikhtisar/pengaturan/sistem-informasi/Contents/Default.aspx

https://datakata.wordpress.com/2014/03/30/sistem-informasi-manajemen-sistem-informasi-organisasi-dan-strategi/

http://www.artikelsiana.com/2015/04/pengertian-organisasi-tujuan-ciri-ciri-manfat-unsur-unsur-organisasi.html

https://aditiodoank.wordpress.com/2012/04/29/teori-pengambilan-keputusan/

http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-contoh-bentuk-struktur-organisasi/

http://dosenit.com/kuliah-it/sistem-informasi/jenis-jenis-sistem-informasi

http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html

http://dosenit.com/kuliah-it/sistem-informasi/pengertian-sistem-informasi-manajemen-menurut-para-ahli

http://www.satujam.com/pengertian-sistem-informasi-manajemen/

http://www.satujam.com/pengertian-sistem-informasi-manajemen/

Search
Login Webmail
User ID :
Password :
Kontak ASM

Akademi Sekretari Marsudirini (ASM)
Santa Maria Semarang
Jl. Stonen Selatan III / 1 Bendan Ngisor
Semarang
Telp. 024 - 8441914
Fax. 024 - 8441913